Minggu, 22 Juli 2012

Kondisi Fisik & Prinsip Latihan


KONDISI FISIK

Latihan kondisi fisik yang tepat memegang peranan penting dalam sukseskan penampilan atlet untuk semua Cabor. Peningkatan kondisi fisik atlet bertujuan agar kemampuan fisik menjadi prima dan berguna untuk menunjang aktifitas olahraga dalam rangka mencapai prestasi prima.
Conditioning adalah latihan yang bertujuan terutama pada pengembangan potensi energi tanpa penekanan pada skill atau exercise performance. Training adalah proses latihan yang menyangkut keduanya baik pengembangan potensi energi maupun penampilan daripada skill.
Konsep penting pembinaan kondisi fisik yaitu menganlisis cabang olahraganya dengan cara:
1. Potret di lapangan
  • Melihat secara langsung di lapangan
  • Berdasarkan pengalaman
2. Secara teori
  • Kontraksi otot
  • Sistem energi
Ada beberapa komponen kondisi fisik, yaitu; (1) Kekuatan, (2) Daya tahan, (3) Kecepatan, (4) Power, (5) Kelentukan, (6) Keseimbangan, (7) Ketepatan, (8) Koordinasi, (9) Kelincahan, (10) Reaksi.
1. Kekuatan (Strength)
Kekuatan adalah kemampuan seseorang menggunakan tenaga secara maksimal dalam melawan beban, tenaga tersebut dihasilkan oleh kontraksi otot atau sekelompok otot dalam mengatasi beban.
2. Daya tahan (Endurance)
Daya tahan adalah kemampuan dan kesanggupan melakukan kerja berulang-ulang tanpa mengalami kelelahan. Daya tahan ada dua, yaitu:
  • Daya tahan otot local yaitu kemampuan sesorang dalam mempergunakan suatu kelompok ototnya untuk berkontraksi terus dalam waktu relative lama dengan beban tertentu.
  • Daya tahan umum atau Cardio Respiratory Endurance yaitu Kemampuan seseorang dalam mempergunakan system jantung, pernapasan dan peredaran darah secara efektif dan efisien dalam menjalankan kerja terus menerus.
3. Kecepatan (Speed)
Dalam kegiatan olahraga, Jerver (1974:53), mendefinisikan bahwa kecepatan adalah kemampuan untuk bergerak dengan kecepatan yang paling cepat. Macam-macam kecepatan yaitu:
  • Kecepatan umum yaitu kapasitas untuk melakukan beberapa macam gerakan (reaksi motorik) dengan cara yang cepat.
  • Kecepatan khusus yaitu kecepatan untuk melakukan suatu latihan atau keterampilan pada kecepatan tertentu, biasanya sangat tinggi.
Peningkatan kecepatan sangat terbatas, misalnya peningkatan kecepatan lari cepat hanya berjumlah 20-30 %. Berbeda bila dibandingkan dengan peningkatan kekuatan dan daya tahan melalui latihan yang dispesialisasi, kemungkinan meningkatnya sangat tinggi sampai 100 %. Hal ini disebabkan karena kontraksi kecepatan otot-otot merupakan pembawaan sejak lahir, maka timbul pertanyaan sampai seberapa cepat dapat dikembangkan. Pertama-tama adalah dimungkinkanuntuk meningkatkan  koordinasi antara otot sinergis dan antagonis (koordinasi antara otot) dalam berbagai gerakan.
4. Power
Power adalah kemampuan seseorang melakukan kekuatan maksimum dalam waktu sependek-pendeknya. Fox, dkk (1993:63), power sebagai kemampuan seseorang untuk menampilkan kerja maksimal perunit waktu. Bompa (1990:273), mengatakan bahwa power adalah kombinasi dari kekuatan dan kecepatan gerak.
5. Kelentukan
Kelentukan adalah kemampuan seseorang dalam penyesuaian dirinya untuk melakukan segala aktifitas tubuh dengan penguluran seluas-luasnya, terutama otot-otot, ligamaen di sekitar persendian.
6. Kesimbangan
Keseimbangan adalah kemampuan sesorang mengendalikan organ-organ syaraf ototnya selama melakukan gerakan-gerakan yang cepat, dengan perubahan letatak titik berat badan yang cepat pula, baik dalam keadaan statis maupun dalam gerak dinamis (sikap mempertahankan keadaan keseimbangan/equilibrium ketika sedang diam atau sedang bergerak).
7. Ketepatan
Ketepatan adalah kemampuan seseorang untuk mengkoordinasikan indera visual dan gerkan-gerkan suatu tugas gerak ke arah tertentu.
8. Koordinasi
Koordinasi adalah kemampuan seseorang dalam mengintegrasikan gerakan yang berbeda ke dalam suatu gerakan tunggal secara efektif.
9. Kelicahan
Kelincahan adalah kemampuan seseorang dalam merubah arah atau posisi tubuh dengan kecapatan dan ketepatan yang tinggi.
10. Reaksi
Reaksi adalah kemampuan seseorang bertindak secepatnya dalam menanggapi rangsangan-rangsangan lewat indera, syaraf atau feeling lainnya.

Prinsip – prinsip Pelatihan
Prof. Drs. Harsono, M. Sc
Tau gak apa tujuan utama pelatihan olahraga prestasi?
Tujuan utama pelatihan olahraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan atau prestasi semaksimal mungkin. Untuk mencapai tujuan itu, ada empat (4) aspek latihan yang perlu dilatih secara seksama, yaitu ; (1) fisik, (2) teknik, (3) taktik, (4) mental. Pelaksanaan pelatihan haruslah berlandaskan pada prinsip – prinsip pelatihan yang telah teruji keterandalannya berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman dalam pembinaan di lapangan.
  1. Aspek – aspek Latihan
  • Latihan fisik
Apa yang disebut latihan fisik?Latihan fisik adalah latihan yang bertujuan untuk meningkatkan kondisi fisik, yaitu faktor yang amat penting bagi setiap atlet. Tanpa kondisi fisik yang baik atlet tidak akan mengikuti latihan –latihan, apalagi bertanding dengan sempurna. Beberapa unsur kemampuan fisik dasar perlu dikembangkan antara lain ialah kekuatan, daya tahan, kelentukan, kelincahan dan kecepatan.
  • Latihan teknik
Latihan teknik bertujuan untuk mempermahir penguasaan keterampilan gerak dalam suatu cabang olahraga, seperti misalnya teknik menendang, melempar, menangkap, menggiring bola, melompat,mensmes, lari, dsb. Penguasaan keterampilan dari teknik – teknik dasar amatlah penting karena akan menentukan kemahiran melakukan keseluruhan gerak dalam suatu cabang olahrga. Agar seseorang mahir bermain bola voli misalnya, terlebih dahulu ia harus terampil melakukan beberapa teknik dasar seperti servis, pas, smes dan blok.
  • Latihan taktik
Latihan taktik bertujuan untuk mengembangkan dan menumbuhkan daya tafsir pada atlet ketika melaksanakan kegiatan olahraga yang bersangkutan. Yang dilatih adalah pola – pola permainan, strategi dan taktik pertahanan dan penyerangan. Latihan taktik akan bisa berjalan mulus apabila teknik dasar sudah dikuasai dengan baik dan atlet mempunyai tingkat kecerdasan yang baik pula.
  • Latihan mental
Latihan mental sama pentingnya dengan ketiga aspek tersebut di atas. Sebab betapa sempurnapun perkembangan fisik, teknik, serta taktik atlte, apabila mentalnya tidak turut berkembang, prestasi tinggi tidak mungkin dapat dicapai.
Latihan mental adalah latihan yang lebih banyak menekankan pada perkembangan kedewasaan (maturitas) serta emosional atlet, seprti semangat bertanding, sikap pantang menyerah, keseimbangan emosi terutama bila berada dalam posisi stres, fair play, percaya diri, kejujuran, kerjasama serta sifat – sifat positif lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mohon jangan kirim spam & komentar yang bersifat sara!