KONDISI FISIK
Latihan
kondisi fisik yang tepat memegang peranan penting dalam sukseskan penampilan
atlet untuk semua Cabor. Peningkatan kondisi fisik atlet bertujuan agar
kemampuan fisik menjadi prima dan berguna untuk menunjang aktifitas olahraga
dalam rangka mencapai prestasi prima.
Conditioning
adalah latihan yang bertujuan terutama pada pengembangan potensi energi tanpa
penekanan pada skill atau exercise performance. Training adalah proses latihan
yang menyangkut keduanya baik pengembangan potensi energi maupun penampilan
daripada skill.
Konsep
penting pembinaan kondisi fisik yaitu menganlisis cabang olahraganya dengan
cara:
1. Potret
di lapangan
- Melihat secara langsung di lapangan
- Berdasarkan pengalaman
2. Secara
teori
- Kontraksi otot
- Sistem energi
Ada beberapa
komponen kondisi fisik, yaitu; (1) Kekuatan, (2) Daya tahan, (3) Kecepatan, (4)
Power, (5) Kelentukan, (6) Keseimbangan, (7) Ketepatan, (8) Koordinasi, (9)
Kelincahan, (10) Reaksi.
1. Kekuatan
(Strength)
Kekuatan
adalah kemampuan seseorang menggunakan tenaga secara maksimal dalam melawan
beban, tenaga tersebut dihasilkan oleh kontraksi otot atau sekelompok otot
dalam mengatasi beban.
2. Daya
tahan (Endurance)
Daya tahan
adalah kemampuan dan kesanggupan melakukan kerja berulang-ulang tanpa mengalami
kelelahan. Daya tahan ada dua, yaitu:
- Daya tahan otot local yaitu kemampuan sesorang dalam mempergunakan suatu kelompok ototnya untuk berkontraksi terus dalam waktu relative lama dengan beban tertentu.
- Daya tahan umum atau Cardio Respiratory Endurance yaitu Kemampuan seseorang dalam mempergunakan system jantung, pernapasan dan peredaran darah secara efektif dan efisien dalam menjalankan kerja terus menerus.
3. Kecepatan
(Speed)
Dalam
kegiatan olahraga, Jerver (1974:53), mendefinisikan bahwa kecepatan adalah
kemampuan untuk bergerak dengan kecepatan yang paling cepat. Macam-macam
kecepatan yaitu:
- Kecepatan umum yaitu kapasitas untuk melakukan beberapa macam gerakan (reaksi motorik) dengan cara yang cepat.
- Kecepatan khusus yaitu kecepatan untuk melakukan suatu latihan atau keterampilan pada kecepatan tertentu, biasanya sangat tinggi.
Peningkatan
kecepatan sangat terbatas, misalnya peningkatan kecepatan lari cepat hanya
berjumlah 20-30 %. Berbeda bila dibandingkan dengan peningkatan kekuatan dan
daya tahan melalui latihan yang dispesialisasi, kemungkinan meningkatnya sangat
tinggi sampai 100 %. Hal ini disebabkan karena kontraksi kecepatan otot-otot
merupakan pembawaan sejak lahir, maka timbul pertanyaan sampai seberapa cepat
dapat dikembangkan. Pertama-tama adalah dimungkinkanuntuk meningkatkan
koordinasi antara otot sinergis dan antagonis (koordinasi antara otot) dalam
berbagai gerakan.
4. Power
Power adalah
kemampuan seseorang melakukan kekuatan maksimum dalam waktu sependek-pendeknya.
Fox, dkk (1993:63), power sebagai kemampuan seseorang untuk menampilkan kerja
maksimal perunit waktu. Bompa (1990:273), mengatakan bahwa power adalah
kombinasi dari kekuatan dan kecepatan gerak.
5.
Kelentukan
Kelentukan
adalah kemampuan seseorang dalam penyesuaian dirinya untuk melakukan segala
aktifitas tubuh dengan penguluran seluas-luasnya, terutama otot-otot, ligamaen
di sekitar persendian.
6.
Kesimbangan
Keseimbangan
adalah kemampuan sesorang mengendalikan organ-organ syaraf ototnya selama
melakukan gerakan-gerakan yang cepat, dengan perubahan letatak titik berat
badan yang cepat pula, baik dalam keadaan statis maupun dalam gerak dinamis
(sikap mempertahankan keadaan keseimbangan/equilibrium ketika sedang diam atau
sedang bergerak).
7. Ketepatan
Ketepatan
adalah kemampuan seseorang untuk mengkoordinasikan indera visual dan
gerkan-gerkan suatu tugas gerak ke arah tertentu.
8.
Koordinasi
Koordinasi
adalah kemampuan seseorang dalam mengintegrasikan gerakan yang berbeda ke dalam
suatu gerakan tunggal secara efektif.
9. Kelicahan
Kelincahan
adalah kemampuan seseorang dalam merubah arah atau posisi tubuh dengan
kecapatan dan ketepatan yang tinggi.
10. Reaksi
Reaksi
adalah kemampuan seseorang bertindak secepatnya dalam menanggapi rangsangan-rangsangan
lewat indera, syaraf atau feeling lainnya.
Prinsip – prinsip Pelatihan
Prof. Drs. Harsono, M. Sc
Tau gak apa
tujuan utama pelatihan olahraga prestasi?
Tujuan utama
pelatihan olahraga prestasi adalah untuk meningkatkan keterampilan atau
prestasi semaksimal mungkin. Untuk mencapai tujuan itu, ada empat (4) aspek
latihan yang perlu dilatih secara seksama, yaitu ; (1) fisik, (2) teknik, (3)
taktik, (4) mental. Pelaksanaan pelatihan haruslah berlandaskan pada prinsip –
prinsip pelatihan yang telah teruji keterandalannya berdasarkan hasil
penelitian dan pengalaman dalam pembinaan di lapangan.
- Aspek – aspek Latihan
- Latihan fisik
Apa yang
disebut latihan fisik?Latihan fisik adalah latihan yang bertujuan untuk
meningkatkan kondisi fisik, yaitu faktor yang amat penting bagi setiap atlet.
Tanpa kondisi fisik yang baik atlet tidak akan mengikuti latihan –latihan,
apalagi bertanding dengan sempurna. Beberapa unsur kemampuan fisik dasar perlu
dikembangkan antara lain ialah kekuatan, daya tahan, kelentukan, kelincahan dan
kecepatan.
- Latihan teknik
Latihan
teknik bertujuan untuk mempermahir penguasaan keterampilan gerak dalam suatu
cabang olahraga, seperti misalnya teknik menendang, melempar, menangkap,
menggiring bola, melompat,mensmes, lari, dsb. Penguasaan keterampilan dari
teknik – teknik dasar amatlah penting karena akan menentukan kemahiran
melakukan keseluruhan gerak dalam suatu cabang olahrga. Agar seseorang mahir
bermain bola voli misalnya, terlebih dahulu ia harus terampil melakukan
beberapa teknik dasar seperti servis, pas, smes dan blok.
- Latihan taktik
Latihan
taktik bertujuan untuk mengembangkan dan menumbuhkan daya tafsir pada atlet
ketika melaksanakan kegiatan olahraga yang bersangkutan. Yang dilatih adalah
pola – pola permainan, strategi dan taktik pertahanan dan penyerangan. Latihan
taktik akan bisa berjalan mulus apabila teknik dasar sudah dikuasai dengan baik
dan atlet mempunyai tingkat kecerdasan yang baik pula.
- Latihan mental
Latihan
mental sama pentingnya dengan ketiga aspek tersebut di atas. Sebab betapa
sempurnapun perkembangan fisik, teknik, serta taktik atlte, apabila mentalnya
tidak turut berkembang, prestasi tinggi tidak mungkin dapat dicapai.
Latihan
mental adalah latihan yang lebih banyak menekankan pada perkembangan kedewasaan
(maturitas) serta emosional atlet, seprti semangat bertanding, sikap pantang
menyerah, keseimbangan emosi terutama bila berada dalam posisi stres, fair
play, percaya diri, kejujuran, kerjasama serta sifat – sifat positif lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
mohon jangan kirim spam & komentar yang bersifat sara!